holic

saya ingat, sehari sebelum saya hengkang dari melak, saya dan beberapa teman disana membuat foto-foto ini.

jadi ingat juga percakapan dengan mas teddy, salah seorang seorang surveyor disana:

teddy: kalo workaholic artinya apa?

saya : gila kerja.

teddy: kalo work apa?

saya : kerja

teddy: jadi kalo holic apa?

saya: …. gila?

Holic, yang kita simpulkan berarti Gila, menjadi judul foto-foto ini.

ke-holic-an di kantor

ke-holic-an di kantor

tukang multiguna

Masih lanjut edisi Satui, kali ini saya akan bercerita soal pengalaman saya menjadi tukang ngomong, tukang poster, tukang poto, tukang buat undangan, dan tukang rekap data.

5 pagi saya di Satui pernah saya lewati dengan bangun jam 4 subuh WITA dan berangkat ke setiap workshop (semacam bengkel besar untuk maintenance unit-unit di mining project) yang ada di site untuk menjadi tukang ngomong. Saya dan Mas Fariz (Engineer Enviro) berduet mensosialisasikan waste management di area kerja. Jujur, saya sama sekali tidak pandai berbicara. Sewaktu sekolah dulu, saya jarang berbicara di depan umum, kalau tidak terpaksa sekali, mana mau saya disuruh berbicara.

Sekarang, mau tidak mau, saya harus membiasakan diri untuk berbicara di depan orang, berkomunikasi, memberikan pendapat dan saran, dan mendengarkan pandangan orang.

Balik lagi ke kisah sosialisasi di Satui, saya dan Mas Fariz berusaha sebaik mungkin untuk bisa menyampaikan materi di depan semua orang. Setiap workshop memiliki pekerja berkisar antara 50-300an orang. Agar para pekerja tertarik, Mas Fariz dan saya menggunakan alat peraga.

Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan lancar. Teman-teman di workshop banyak yang bertanya dan memberikan pendapat. Menyenangkan.

bercerita di mainshop

bercerita di mainshop

di kresna workshop

di kresna workshop
fixed plant workshop, workshop terapih

fixed plant workshop, workshop terapih

masih di kresna workshop

masih di kresna workshop

Selain menjadi tukang ngomong, saya juga diberi kesempatan untuk menjadi penanggung jawab acara Workshop Competition 2012. Jadi, acara ini adalah lomba tentang enviromental antar workshop-workshop Thiess di Satui Project. Total ada 9 workshop yang berkompetisi, pemenangnya jatuh kepada Fixed Plant Workshop yang bersih, rapih, inisiatif dan disiplinnya perlu diacungi jempol.

Untuk menjadi penyelenggara acara ini, pertama-tama saya harus membuat proposal yang harus saya presentasikan di depan Project Manager, setelah itu saya membuat poster, bersosialisasi di setiap workshop, membuat scrip iklan radio, rekaman iklan di radio, memesan hadiah, memesan piala, menjadi tukang foto waktu hari H, dan merekap semua nilai untuk mengetahui siapa yang menjadi juara.

mas fariz-saya-mas haryo

mas fariz-saya-mas haryo

sebelum recording

sebelum recording

setelah assessment di fixed plant

setelah assessment di fixed plant

Walaupun sibuk, tapi semuanya terasa menyenangkan.

Saya tidak sendirian, saya disupport penuh oleh enviro team.

Semoga acara seperti ini akan terus ada di Satui, dan mungkin bisa diikuti di site-site lainnya

kembali ke satui

pertama kali saya menginjakkan kaki di satui adalah saat orientasi program undergraduate, bulan Januari 2011.

Pandawa Office sekarang sudah digantikan dengan Pandu Office. Saya juga menjumpai banyak wajah baru di enviro team. Mbak Dhyes, yang dulu saya temui masih menjadi engineer enviro, sekarang sudah berubah status menjadi senior engineer enviro.

selebihnya sama.

baru kali ini saya melihat dan merasakan kehadiran enviro engineer yang banyak secara jumlah di suatu site. Total ada 5 orang. Ada Mbak Dhyes, Bu Ayu, Mas Firman, Mas Fariz, dan Mas Haryo. Yang saya sebutkan belakangan adalah kakak kelas saya jaman kuliah dulu.

Sewaktu kuliah dulu, mantan Komting 2006 ini terlihat pendiam, (sok) berwibawa, dan (sok) keren. Ternyata pada kenyataannya dia tidak pendiam, tidak berwibawa dan tidak keren sama sekali.

Hari-hari disana saya lalui dengan: jalan-jalan. hahahahahahhahaahahaha

Tugas utama saya disana adalah menjadi pengurus acara environmental workshop competition 2012, sehingga membuat saya harus kesana-sini, promosi dan sosialisasi. capek, tapi fun!

Saya sukaaaaaaaa sekali jika diajak keluar office. Bu Ayu dan Pak Kahar (Leading Hand Enviro) yang rajin mengajak saya. Otomatis saya mengajak mas Haryo. Seru sekali kalau semobil berempat dengan mereka. Sepanjang mobil pasti tertawa-tawa, berbincang dari A-Z.

Anak Bu Ayu, namanya Nicha, masih berumur 1,5 tahun, badannya gendut sekali. Makannya banyak. Satu toples sosis so nice dilahap sendirian dalam waktu 3 hari. Bu Ayu pun bertekad untuk menyuruh Nicha diet.

Ibu yang kejam

49 hari saya lalui disana. tanggal 4 November 2012, saya kembali ke Jogja. Cukup banyak cerita mengenai Satui. Mungkin akan saya ceritakan di postingan-postingan berikutnya (jika semangat menulis saya sedang tinggi).

Anyway, terima kasih, Satui!

terima kasih, Satui!

terima kasih, Satui!

[Flash Back] Field Break Jogja

Masih dalam rangka field break alias liburan selama 16 hari, 15 hari saya habiskan di jogja, rumah saya. Seperti yang saya idam-idamkan saat saya di Soroako, setiap hari saya menghabiskan waktu dengan berleyeh-leyeh. Simpel, tapi susah banget saya dapetin di Soroako.

Tadinya saya berencana untuk pergi ke Semarang, tempat saya kuliah dulu. Saya ingin bertemu dengan teman-teman saya yang masih bersemayam disana. Tapi gara-gara ada job fair di UGM, temen-temen saya beramai-ramai datang ke jogja. Saya pun mengurungkan niat untuk pergi ke Semarang. Napak tilas ke Semarang saya agendakan April nanti, bersama Morgan saja (bernostalgila).

Hari Jumat, tanggal 3 Februari 2012

Jalan-jalan bareng Vero, Nobe, Grace dan Inong. Gara-gara hujan, kita cuma ke Amplaz buat makan bareng. Nobe ngajakin photobox, dan ternyata, jangan sampe tertipu sodara-sodara, photobox di Amplaz itu amit-amit noraknya. Diedit ala kadarnya. Dan TARAAA, terciptalah foto norak. Saya sampe protes ke mas-mas tukang ngeditnya.

“Norak banget sih mas!” seru saya.

Si mas nya jadi agak emosi (kayaknya).

Cuekin aja.

Lebih mending foto-foto sendiri pake bb, jauh lebih bagus dibanding photobox seharga 35 ribu perak itu.

Hari Sabtu, Malem Minggu, tanggal 4 Februari 2012

Jalan-jalan bareng Syanti dan Mamat. Yeeee!!!

Kita bertiga mubeng-mubeng nyari tempat makan sampe bingung, akhirnya mutusin nangkring di jagung bakar daerah Pengok. Bahagiaaaa:D

Hari Selasa, Hari Ini, tanggal 7 Februari 2012

Yoshi ultah! Horeee!!

Selamat ulang tahun Jeng Yoshi! Sukses Selalu

Hari ini juga akhirnya pergi beli jam tangan buat diri sendiri dengan gaji yang sudah saya kantongi selama ini, belinya di sebuah toko jam yang populer di kawasan Malioboro. Toko jam tangan terlengkap di Jogja. Awalnya excited, akhirnya emosi.

Udah milih jamnya susah, kaki pegel, yang dimau ga ada, akhirnya ada, bayar ke kasir, jamnya dirusakin mbak-mbak kasirnya dalam 2 detik. OMAIGAT!

Milihnya aja udah susah woi! Emosilah saya.

Akhirnya saya menukarnya dengan jam lain (artinya buang waktu lagi). Sial!

Masih ada 6 hari libur lagi. Perasaan saya semakin galau.

partner in crime (at office)

Setelah datang ke tiga site yang berbeda, saya berkesimpulan, saya tidak mungkin bisa bekerja tanpa mengganggu rekan kerja saya.
Secara random, orang-orang yang beruntung tersebut adalah:

1. Soroako, David Prastyan
My super best friend. Tiada hari tanpa mengganggu makhluk ini. Waktu bosan, sering kali saya meluncur ke mejanya dan bertanya-tanya tentang sesuatu hal yang pastinya tidak penting dan mengakibatkan dia berhenti bekerja untuk beberapa saat, terpaksa meladeni saya. Dia merupakan penyuplai wafer yang baik hati, penyelamat dikala kelaparan, serta engineer yang cerdas luar biasa. Pernah suatu kali saya minta tolong dia untuk menghitung dimensi bundwall yang saya buat (saya sedang malas berhitung). Dengan cekatan menggunakan scientific calculatornya, dia menghitung apa yang saya minta. Setelah selesai, saya kembali ke meja saya dan terbersit ide jahil untuk mengerjainya. Saya berpura-pura menghapus hasil hitungan calculator yang belum sempat saya catat dan kembali menyuruhnya untuk menghitung. Tanpa menggunakan catatan dimensi yang harus dihitungnya, dia hapal di luar kepala angka-angka tersebut dengan hanya melihatnya sekali saat upaya perhitungan yang pertama, secepat kilat, layar calculator menampilkan angka yang sama persis seperti hitungan sebelumnya. Speechless.

CIMG3272

Saya dan David, Soroako

2. Melak, Pak Charici
“Pak Charici, Pak Charici, pulang yuk!” itu adalah kalimat yang saya lafalkan dengan intonasi yang sama di waktu yang sama di setiap hari saya di melak. Pak Charici adalah seorang bapak dengan dua orang anak yang masih kecil-kecil, asal Palembang. Pak Charici mengaku keturunan India dan menguasai bahasa Jepang karena sempat bekerja di negeri sakura itu. Kamar saya dan kamar Pak Icih (nama panggilannya) bersebelahan. Hampir setiap malam saya dan dia melakukan permainan ketok-ketok dinding kamar dengan irama tertentu, saling berbalas-balasan. Yang tidak mungkin saya lupa dari Pak Icih adalah soal kegaptekannya dalam menggunakan Blackberry Messenger. Sepertinya Pak Icih tidak tau bagaimana cara meng-update Personal Message nya, yang ada, dia malah mengganti status-statusnya di kolom Display Name. Alhasil, namanya berganti setiap saat setiap waktu.
Seharusnya:
Display Name : Charici
Personal Message : @ mentari camp

Diubah menjadi :
Display Name : @ mentari camp
Personal Message : (kosong)

Hahahahahaha
Pernah, suatu waktu saya iseng dan menghitung 4 kali Pak Icih berganti nama dalam waktu 1 jam!


Saya dan Pak Charici, Melak

3. Satui, Mas Tejo
Ini teman terbaru saya, baru kenal 9 hari dan sudah sangat akrab luar biasa. Si ahli Terramodel dan GIS ini kalo diperhatikan, ngomongnya ketus sekali, tapi ternyata setelah diselami, orangnya lucu dan baik. Saya sering sekali memukul-mukul bahunya waktu dia sibuk bekerja, saya juga sering mengalihkan perhatiannya dengan mengajaknya bergosip, saya juga sering merepotkan dia dengan memohon-mohon diajak keliling area tambang.
Sayangnya, pertemuan kita hanya berlangsung 9 hari, sekarang dia dimutasi ke site lain, Haju. Tapi kita berdua optimis akan bertemu lagi.

Saya dan mas Sutejo

Well, saya senang dan sama sekali tidak merasa bersalah sudah mengganggu mereka bekerja. Kalau tidak ada saya, mereka pasti kesepian. Hahahahahaha
Iya kan?

udara-darat-air

siapa sangka perjalanan ke melak harus ditempuh dengan menggunakan pesawat, mobil, dan speedboat sekaligus.

benar-benar terasa luar biasa dan terasa sekali perjuangan beratnya.

yang paling menyedihkan adalah perjalanan menuju ke melak, ketika selesai fieldbreak. perjalanan di mulai dari Jogja-Balikpapan dengan menggunakan pesawat, dilanjutkan dengan perjalanan darat dari Balikpapan ke Kota Bangun, lalu dari Kota Bangun ke Melak dengan menggunakan speedboat, dan diakhir dengan kisah tragis bekerja selama 55 hari nonstop.

bersama mbak ramha, sumringah menyambut fieldbreak

yang paling berbahagia ya tentu saja perjalanan pulang menyambut fieldbreak.
sepanjang perjalanan pasti tersenyum bahagia.

ki-ka: mas suryo, saya, mas dadi, mbak rahma, rony (dibelakang)

sebenarnya, untuk mencapai melak, bisa juga ditempuh dengan menggunakan pesawat kecil Aviastar, Balikpapan-Melak hanya 40-50 menit saja (bandingkan yang menggunakan darat dan air harus ditempuh 8 jam!). kapasitas pesawat tersebut hanya untuk 20an penumpang termasuk pilot dan co-pilot. rasanya seperti naik mini bus. saya pernah menggunakan jasa aviastar sekali. jujur, saya merasa amat sangat deg-degan mengingat banyaknya pesawat kecil yang sering terjatuh dan saat itu cuacanya gelap sehabis hujan. baru bisa bernapas lega ketika mendarat di bandara melak. fiuuuuh

pesawat kecil aviastar

bandara melalan sendawar melak

senang rasanya bisa berpetualang sedemikian rupa, sendirian, tanpa ditemani dan biayai orang tua, diusia saya yang masih muda.

what a life!

lebaran bersama keluarga melak

membuat berantakan kamar Pak Agung

hari Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 19 Agustus 2012 kemarin saya lalui di Melak. cukup banyak pekerja yang tidak pulang karena tidak mendapatkan jatah cuti.

setelah mereka menjalani sholat Ied, kami pun makan-makan di kamar Pak Agung. banyak makanan yang sudah dipesan.

pagi-pagi, sebelum berangkat ke kamar Pak Agung, si Ika sempet nangis sebentar waktu ditelpon keluarganya. jadi sedih ngeliatnya.

anyway, semuanya keliatannya happy hari itu.

semua makan dengan lahap.

semua tertawa senang.

walaupun jauh dari rumah, tapi kami semua bersyukur bisa menghabiskan waktu bersama, di camp yang sudah kita anggap sebagai rumah kedua.

di balkon kamar Pak Agung

tangan mas teddy kasian kepotong